TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

TEKOR NEGARA PROYEK PENGAMAN PANTAI

Ditanya soal spesifikasi material yang digunakan oleh pihak kontraktor pelaksana pada proyek tersebut, PPK SDP Haryanto, mengatakan jika itu dilakukan sudah sesuai ketentuan dalam kontrak. Meskipun pada kenyataan dilapangan, hasil akhir pada proyek itu menuai sorotan dari masyarakat pesisir pantai Leok II, karaena banyak ditemukan penggunaan material jauh dibawah standart. “Masalah yang lalu jangan terulang lagi. Kita kerja sudah diwanti-wanti terus sama Kejaksaan.  Kalau tingginya tidak bisa relatife kan, kondisi tanah –Nya turun naik, turun naik tidak rata. Memang pada proyek ini banyak material batu kecil dan itu kita sudah kumpulkan semua,” bebernya.

Selain penggunaan material yang terindikasi menyalahi JUKNIS dan JUKLAK pada proyek senilai Rp7.141.672.000, yang dikerjakan oleh PT Wahana Cipta Lestari. Proyek pengaman pantai Leok II sepanjang 320 Meter sesuai rencana itu, telah mengalami penurunan dan ambelas dihantam arus pasang air laut. Akibat penggunaan material yang banyak berukuran kecil – kecil. “Memang ada yang turun bangunanya dan banyak material batu kecil dan itu sudah kami kumpulkan. Tetapi ini kan, proyek  masih dalam retensi pemeliharaan oleh kontraktor dan itu jaminan pemeliharaanya 5 persen. Saya itu tidak ada masalah,” kata pria kelahiran Makasar itu, kepada trilogi.co.id.

Memang pada proyek dengan Nomor kontrak 02/SP/PPK-SDPI/SK-PJSA-WS.PL-WS.PP-WS.KK/2018,  pengaman pantai Leok II untuk TA 2018 ini terlihat samar-samar baik. Akan tetapi, pada kondisi sebenanrnya proyek yang dibiayai oleh APBN murni yang dihelat SNVT PJSA BWSS III banyak menyerempet rambu.

Kontraktor pelaksana PT Wahana Cipta Lestari diduga mengangkangi  Permen PU No.09/PRT/M/2010, tentang pedoman pengaman pantai  atas spessifikasi material digunakan sesuai Standart Nasional Indonesia (SNI) wajib di penuhi . Pedoman pelaksanaan konstruksi bangunan pengaman pantai ini menetapkan pelaksanaan konstruksi berdasarkan detail desain dan spesifikasi teknis mengenai pekerjaan pengaman pantai. Akibat pengawasan kurang awas yang dilakukan pihak BWSS III pada proyek ini, tidak ayal ini dijadikan suatu progress yang sempurna. Kesempurnaan yang dianggap berlebihan itu, justru terindikasi menimbulkan setumpuk masalah bagi sederet proyek pengaman pantai yang dihelat BWSS III.

PESTA PORA SPAM PASIGALA

MENCARI DALANG SPAM PASIGALA

Kini progress Pembangunan pengaman pantai Buol TA 2018 itu sudah rampung  dikerjakan dan sudah diserah terima kan untuk pertama kali antara kontraktor pelaksana dari PT Wahana Cipta Lestari kepada PPK SDP Satker PJSA BWSS III. Proyek ketiga pembangunan pengaman pantai Buol ini, celakanya banyak material bangunanya berhamburan akibat diterpa air pasang laut.

Hal ini telah terkonfirmasi langsung oleh sejumlah masyarakat yang tinggal tepat persis di pesisir pantai Leok II. Menurut sejumlah masyarakat pada pekan pertama bulan Desember, banyak masayarakat mengumpulkan material batu kecil – kecil hasil proyek pembangunan pengaman pantai yang dibiayai oleh uang Negara senilai Rp7.141.672.000. “Kemarin itu banyak masayarakat bakumpul batu disini. Pokoknya tahambur pak akibat ombak. Seperti ini pak, ini batu dari situ ini dikumpul karena tahambur semua,” beber salah satu masyarakat Leok II yang meminta identitasnya tidak di publis.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Penulis : Wahyudi / trilogi.co.id
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.