TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Rusak Berat Akibat Pertambangan, Warga Ganda-ganda Blokade Jalan

“Kita sudah dimediasi bulan lalu antara Wakil Ketua komisi I, dengan pak Camat ini yang mewakili pak kades, namun sampai sekarang tidak ada penyelesaian untuk perbaikan jalan umum ini !. Anak sekolah tadi pagi, terbanting-banting motornya dijalan ini” kesalnya.

Anjas bersama puluhan warga yang menggelar aksi blokade jalan tersebut berharap agar pemerintah dan perusahaan mencari solusi untuk segera memperbaiki jalan diwilayah itu agar aktifitas warga kembali lancar.

Sementara itu Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah mengakui jika penanganan perbaikan kondisi jalan rusak diwilayah itu pernah dilakukan, akibat aktifitas kendaraan bertonase besar milik perusahaan pertambangan mengakibatkan jalan itu rusak kembali.

“Susah disitu kalau mau diperbaiki jalanya, karena kendaraan besar milik tambang selalu lewat disitu. Setelah diperbaiki, pasti rusak kembali !. Karena hanya jalan itu yang dipakai pihak perusahaan. Jadi sama halnya kita buang-buang anggaran ke laut !” kata Kabid Jalan dan Jembatan, Asbudianto.

Asbudianto juga mengakui pemerintah Sulawesi Tengah terkendala melakukan perbaikan jalan diwilayah itu, akibat penolakan sejumlah pemilik lahan yang enggan membebaskan lahanya untuk pelebaran jalan. Meskipun alokasi anggaran dan perencanaan sudah disiapkan.

“Disitu rumah warga dekat sekali dengan jalan, makanya kami minta untuk dibebaskan demi pelebaran jalan dan pembuatan saluran. Tahun ini Kami siapkan Lima miliar !. karena

Halaman Selanjutnya :warga menolak lahanya untuk pelebaran jalan, makanya yang kami kerjakan hanya sampai...