Dikatakan komitmen provinsi bukan brdasarkan kasus per kasus. Selain itu, mentalitas ” birokrasi priyayi” yang bukan melayani, tapi dilayani belum hilang dari daerah ini.
“Sudah saatnya di Pilkada Gubernur dan Bupati/Walikota serentak di Sulteng tahun 2020 harus diakomodir figur pemimpin yang visioner, tidak hanya pandai berkata namun sedikit tahu. Yang dibutuhkan figur pemimpin mampu membawa daerah ini mengalami perubahan dari sebuah konsep pemikiran yang jelas” katanya.
Hasanuddin Atjo menurut Ahlis Djirimu merupakan figur pemimpin Sulteng bisa mendobrak untuk Sulteng mengalami perubahan dengan cara,memperbaiki internal agar sebagai pelayan masyarakat memiliki jiwa Pamong Praja.
Peryama perlu lakukan uji kompetensi ASN pada semua eselon dan non eselon. Mereka yang terbaik dan visioner yang bisa ikut menjawab apa yang menjadi tantangan sebagai birokrat itu itu dibutuhkan.
“ASN yang visioner merupakan birokrat bisa mendukung era industry 4,0 dan Society 5,0 Dan sudah saatnya jenjang karier ASN lebih kepada birokrat profesional tidak lagi kental berbau nepotisme” kata Dosen Fekon Untad Palu.
Penulis : Elkana L / Koran Trilogi
