Mastang mengaku telah meninjau langsung lokasi yang diduga menjadi pusat aktivitas pertambangan ilegal di Ampibabo.
Dalam kunjungan itu, timnya menemukan sejumlah alat berat yang diduga sengaja disembunyikan untuk menghindari pengawasan aparat.
“Ada beberapa ekskavator yang disembunyikan di kawasan perkebunan milik masyarakat,” ujarnya.
Selain berdampak pada kawasan hutan, aktivitas pengerukan juga disebut berlangsung di sekitar badan sungai.
Mastang mengatakan metode penambangan itu meninggalkan lubang-lubang besar bekas galian yang merusak bentang alam sungai.
“Kami menemukan langsung aktivitasnya di sungai. Banyak lubang bekas galian yang ditinggalkan,” kata dia.
