Namun fakta dilapangan menunjukan terbalik, dimana proyek yang baru seumur jagung itu amblas dan berantakan. Banyak hal yang janggal yang ditemukan dipekerjaan tersebut, mulai dari pemasangan batu yang hanya berukuran kecil bervariasi, penggunaan kawat bronjong non pabrikan dan dudukan bronjong yang hanya diletakan diatas tanah tanpa ada galian.
Tentunya Ratusan juta rupiah anggaran yang digelontorkan untuk pekerjaan tersebut jadi mubazir. Hal ini ditemukan setelah Trilogi.co melakukan pemantauan reportase dilapangan.
Sementara itu Kepala Dinas PU dan Perumahan Rakyat Kabupaten Poso, Faidul Keteng ketika dikonfirmasi, trilogi.co via telfon dan pesan singkat via aplikasi Whatsup tidak direspon sampai berita ini terbitkan.
