POSO – Pembangunan bronjong di Desa Mesani, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, hanya seumur jagung. Setelah baru selesai diserahterimakan kepada Pemkab Poso, bronjong senilai Rp 120.000.000 itu amblas.

Akibatnya, bronjong yang dibangun beberapa bulan lalu itu sudah rusak berantakan. Sejumlah pihak menduga, jika pembangunannya tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Proyek Pembangunan Pusat Pengendalian Banjir itu dibangun oleh CV REKATAMA sepanjang kurang lebih 100 meter dengan tinggi 1 meter, terdapat 2 trap dengan tinggi tiap trap setengah meter.
Salah satu warga yang berdomisili yang tidak jauh dari lokasi pekerjaan mengatakan jika dalam proses pekerjaan bronjong dilakukan asal asalan akibat kurang pengawasan sehingga menyebabkan pekerjaan tersebut terlihat berantakan.

Wow, this post really highlights some serious issues around wasted resources! The fact that millions were spent on infrastructure that’s now just sitting there is eye-opening. It makes me wonder about the planning processes – have they considered involving community feedback more? Maybe workshops or forums could prevent future projects from going to waste and ensure they actually meet local needs. I appreciate you bringing this topic to light; it’s crucial for us to understand and demand accountability in spending our money wisely. Keep up the great Snow Rider 3D work!