PROYEK JALAN TIGA GENERASI
JALAN poros dikawasan Labean menuju Manimbaya, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, itu terlantar. Jalanya sudah terkoneksi, tetapi masih menjadi rupa gundukan-gundukan tanah. Ilalang tumbuh subur disana-sini. Empat tahun yang lalu, jalan ini di rehab. Inilah awal mulah rehabilitasi jalan yang menghubungkan Delapan Desa di Balaesang Tanjung.
Pemerintah Kabupaten Donggala dinilai tidak andal merancang, mengawasi serta mengelolah anggaran. Asumsi meleset jauh. Pengucuran anggaran melaju deras. Korting ganjil proyek jalan, anggaran hilang, rusak jalan terbilang. Pepatah ini lah layak disematkan untuk proyek penanganan rehabilitasi jalan tiga generasi yang dihelat Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Donggala.
Proyek rehabilitasi jalan Labean – Manimbaya yang sudah menelan anggaran Puluhan miliar itu Sejak 3 tahun lalu, tak henti-hentinya jadi perhatian masyarakat setempat. Proyek yang diharapkan bermanfaat besar bagi masyarakat penghasil ikan dan kopra itu, digadang-gadan sebagai proyek prioritas Pemerintah Kabupaten Donggala saat itu.
Sejak awal sudah dipastikan Pemkab Donggala, menjamin proyek itu bermanfaat besar bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Balaesang Tanjung. Lalu di pilihlah kontraktor lokal yang sesumbar menggunakan uang Anggaran Pendapatan Belanja dan Daerah (APBD) Kabupaten Donggala, untuk menggarap proyek ini. Meski banyak menyerempet rambu, proyek yang menghubungkan 8 desa di Kecamatan Balaesang Tanjung itu, digeber agar terus melaju. Belakangan, proyek yang menggerus uang daerah itu mengalami kerusakan cukup berat.
Hasil riset Trilogi.co.id, Pemerintah Kabupaten Donggala sejak tahun 2014 lalu, telah mengalokasikan anggaran APBD untuk membiayai proyek Rehabilitasi ruas jalan Labean Manimbaya sebesar Rp500.000.00, yang dikerjakan oleh CV Zul Jaya Mandiri, kemudian di tahun yang sama dianggarkan kembali dengan ruas yang sama sebesar Rp3.300.000.000, yang dikerjakan oleh PT Bina Asta Tunggal.
Untuk Tahun 2015, Pemkab Donggala, kembali mengalokasikan anggaran APBD untuk ruas yang sama sebesar Rp8.300.000.000, yang dikerjakan oleh PT Bina Asta Tunggal. Ditahun 2016 berikutnya Pemkab Donggala kembali mengalokasikan anggaran APBD sebesar Rp10.000.000.000, yang dikerjakan oleh PT Bina Asta Tunggal, dan yang terakhir tahun 2017 lalu, ruas ini kembali mendapat jatah anggaran dengan proyek yang sama sebesar Rp14.750.000.000, yang dikerjakan oleh PT Mandava Putra Mandiri.
