Kemudian ruas Jalan Biromaru – Palolo sepanjang 3,5 kilometer yang di dalamnya juga pelaksanaanya dengan merekonstruksi pada badan jalan yangg terdampak likuefaksi, ruas Jalan Sibalaya sepanjang 1 kilometer yang juga terdampak likuefaksi dan ruas jalan Tompe – Tonggolobibi pada bagian (Rob Sirenja) dengan panjang penanganan sejauh 1,4 kilometer.
“Jadi memang daerah-daerah tersebut itu, yang betul-betul rusak terdampak musibah jadi kami berharap dengan adanya penanganan ini maka arus lalu lintas menjadi semakin lancar dan tentunya perekonomian warga meningkat. Namun kami juga membutuhkan dukungan dari masyarakat agar pkerjaan ini berjalan lancer yang nantinya kemungkinan akan ada buka tutup jalan pada ruas jalan Kalawara-Kulawi” harapnya.
Kementerian PUPR melalui BPJN Sulawesi Tengah akan merekonstruksi atau membangun kembali infrastruktu jalan di Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah, yang rusak akibat gempa dan likuefaksi pada tahun 2018 silam.
Baca Juga : Proyek Jalan Lingkar Dalam Kota Palu Sepanjang 42 Kilometer Dibagi Menjadi 2 Tahap
Rekonstruksi jalan Kalawara, Kulawi, dan Sirenja sejauh 18,5 kilometer ini mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah Jepang melalui Japan International Coorporation Agency (JICA) berupa dana hibah senilai Rp. 156,616.954.291.00.
Percepatan penanganan pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan pasca bencana alam di Sulawesi Tengah sejak tahun 2019 hingga saat ini dilaksanakan oleh BPJN Sulawesi Tengah, melalui tim satuan tugas khusus penanganan pasca bencana.
