Hasil sawit tersebut menjadi motor utama dampak ekonomi PT KLS untuk masyarakat, terutama di dua kecamatan tempat operasional dilakukan, PT KLS Kecamatan Mamosalato dan Kecamatan Bungku Utara.
Produk sawit masyarakat terserap optimal, sehingga pendapatan petani meningkat sekaligus menggerakkan aktivitas perdagangan di wilayah sekitar.
Tak berhenti di situ. PT Kurnia Luwuk Sejati juga membangun kebun plasma PT KLS seluas 1.934 hektare di Kecamatan Mamosalato dan 913 hektare di Kecamatan Bungku Utara, yang dimiliki dan dikelola langsung bersama masyarakat.
Program plasma itu memberikan akses ekonomi jangka panjang dan meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat.
Dalam upaya menjaga keseimbangan lingkungan, PT KLS juga mengembangkan program konservasi berupa penangkaran burung maleo di Batui.
Program ini dirancang untuk melestarikan satwa endemik Sulawesi yang kini berstatus dilindungi.
Selain aspek konservasi, program ini juga membuka peluang edukasi dan pemberdayaan bagi warga sekitar.
Dengan jajaran kontribusi mulai dari fiskal, sosial, hingga lingkungan, PT Kurnia Luwuk Sejati muncul sebagai salah satu perusahaan sawit paling berpengaruh di Sulawesi.
Kontribusi pajak PT KLS, program CSR, hingga dukungan ekonomi masyarakat melalui plasma dan pembelian TBS, menjadikannya tulang punggung pertumbuhan di Morowali Utara.
Bagi pemerintah daerah, PT Kurnia Luwuk Sejati bukan hanya mitra bisnis, tetapi juga partner pembangunan yang nyata.
Dengan kontribusi yang terus meningkat, perusahaan ini diprediksi akan tetap menjadi motor penggerak ekonomi wilayah dalam beberapa tahun ke depan.
Sumber Data & Foto : Milik PT KLS
