Namun, dengan berbagai permasalahan yang muncul, mereka semakin khawatir jika proyek tersebut tidak akan memberikan hasil yang diharapkan.
Baca Juga : Temuan Lawas di Proyek Bencana
Selain itu, adanya kekhawatiran akan keterlambatan penyelesaian proyek dapat menambah beban keuangan negara, terutama karena proyek ini didanai dari pinjaman JICA (Japan International Cooperation Agency).
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, proyek Perbaikan Sungai dan Pengendalian Sedimen di Sungai Paneki dan Sungai Bangga senilai Rp78,8 miliar mencakup beberapa item penting yang menjadi bagian dari paket pekerjaan tersebut. Berikut ini adalah rincian penanganan yang dilakukan:
Pekerjaan Check Dam Oprit Type di Sungai Paneki :
Dibangun sebanyak 1 unit dengan tinggi 7,5 meter dan panjang 60 meter. Check Dam ini berfungsi untuk mengurangi laju erosi dan mengendalikan sedimen di bagian arus tengah Sungai Paneki (middlestream).
Pekerjaan Konsolidasi Dam di Sungai Paneki :
Terdapat 3 unit Konsolidasi Dam yang dibangun, yaitu:
– Dam Kons 1 : Tinggi 5 meter dan panjang 32 meter.
– Dam Kons 2 : Tinggi 5 meter dan panjang 32 meter.
– Dam Kons 3 : Tinggi 5 meter dan panjang 32 meter.
Ketiga dam ini berperan dalam menstabilkan dasar sungai dan mencegah sedimentasi berlebihan.
Pekerjaan Revetment di Sungai Paneki :
Merupakan pekerjaan untuk memperkuat tebing sungai dan mengurangi dampak erosi pada tebing sungai.
Pekerjaan Dyke Soil Cement di Sungai Bangga :
Pekerjaan ini mencakup pembangunan tanggul dengan tinggi 6 meter, bertujuan untuk menahan aliran debris dan mengendalikan sedimen agar tidak meluap ke area permukiman.
Proyek ini sangat krusial untuk menjaga kestabilan ekosistem sungai serta melindungi masyarakat sekitar dari potensi banjir dan erosi yang dapat membahayakan.
Sampai berita ini diterbitkan PPK Sungai dan Pantai 1 Satker PJSA BWSS III bersama penyedia jasa PT Arafah Alam Sejahterah belum dilakukan upaya konfirmasi terkait dengan persoalan ini.
