Pengendalian sedimen Sungai Paneki dan Sungai Bangga merupakan bagian dari paket pekerjaan yang meliputi pembangunan beberapa infrastruktur utama, termasuk pembangunan Check Dam dan Konsolidasi Dam di Sungai Paneki serta pekerjaan tanggul di Sungai Bangga.
Pekerjaan ini sangat penting untuk mengendalikan kecepatan aliran debris dan menahan sedimen agar tidak menimbulkan banjir yang lebih besar di wilayah tersebut.
Namun, beberapa item pekerjaan dilaporkan belum selesai, bahkan beberapa di antaranya diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang diharuskan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai I dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Sulawesi Tengah, yang bertanggung jawab atas proyek ini, dikritik karena dianggap kurang melakukan pengawasan yang memadai.
Baca Juga : Hilang Cuan Pemeliharaan Jalan
Selain itu, kontraktor pelaksana diduga melakukan penyimpangan dalam penggunaan material yang seharusnya, sehingga kualitas bangunan dipertanyakan.
Dalam inspeksi lapangan belum lama ini, ditemukan adanya indikasi bahwa bahan-bahan yang digunakan, seperti beton dan tulangan, tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Beton yang digunakan pada pengecoran mercu utama dan kedua diduga bercampur dengan bahan lain yang menurunkan mutu struktur, sementara besi polos yang digunakan sebagai tulangan disambungkan dengan besi ulir, yang seharusnya tidak boleh terjadi. Hal ini menyebabkan beberapa bagian bangunan yang telah selesai mudah rusak dan tergerus oleh aliran air.
Sejak proyek dimulai, masyarakat berharap pembangunan infrastruktur ini akan memberikan perlindungan dari bencana banjir.
