
“Pertama, terminal di sini saya lihat memang kapasitas sudah tidak mencukupi lagi. Apabila yang datang wisman kita terima semua. Kedua, runwaynya juga masih kurang panjang apabila pesawat berbadan lebar ingin landing di bandara Sam Ratulangi Manado” kata Jokowi yang dikutip melalui rilies Pemprov Sulawesi Utara kepada Koran Trilogi.
Banyaknya kunjungan wisatawan manca negara ke Kota Manado, kata Jokowi, selang beberapa tahun terakhir ini cukup mendongkrak tingkat penerbangan internasional. Permintaan akan perluasan bandara oleh para agen perjalanan wisata dan konsumen sendiri juga sering terdengar.
“Karena itu sudah saya perintahkan agar segera dibangun terminal yang baru. Akan dimulai nanti bulan September ini dan akan diselesaikan Agustus 2020,” ungkap Jokowi.
Program perluasan Bandara Sam Ratulangi, tambah Jokowi, sebagai pendukung industri pariwisata Sulawesi Utara direncanakan akan menjadikan terminal bandara yang semula seluas 26.000 meter persegi menjadi 56.000 meter persegi.
Perluasan ini diperkirakan nantinya dapat melayani sekitar 6 juta penumpang per tahun dari yang sebelumnya berkisar 2,5 juta orang per tahun. Bersamaan dengan perluasan bandara tersebut, pemerintah juga akan membangun sekaligus membenahi kawasan-kawasan wisata yang ada di sekitarnya.
