TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Petaka Nyerocos Givu Salambivi

Mulutmu harimaumu, sebuah ungkapan yang bermakna hati-hati berbicara lebih pas dilekatkan kepada Musliman Mallapa yang nyerocos berbicara ditanah adat. Kini kena batunya, sanksi Givu menanti !.

Ditengah upaya masyarakat adat Poboya tertatih-tatih untuk mendapat pengakuan hak atas wilayahnya, justru Pimpinan External Relation PT Adijaya Karya Makmur (AKM) kontraktor CPM dengan suara lantang sampai urat lehernya terlihat dalam rekaman video yang beredar memperumit atas pengakuan raja yang mewakafkan tanah.

“Siapa raja yang mewakafkan tanah adat tersebut. Karena kita tidak tahu siapa raja dulu di sini. Siapa yang mewakafkan tanah ini, raja harusnya.. siapa raja, mana raja itu !.. Belum ada yang sampai kesitu,” cetusnya dalam video yang berdurasi 2 menit 47 detik itu.

Keruan video tersebut bikin geger masyarakat adat di Sulawesi Tengah khususny adat Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

Tampak jelas dalam video itu, kontraktor PT CPM yang kemudian diketahui bernama Musliman S Mallapi tampak sedang memimpin rapat.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Di menit akhir video tersebut, dia menyampaikan bahwa pihak Badan Pertanahan Nasional...