Penyidik juga terus menghadapi tantangan terkait dengan barang bukti yang belum bisa sepenuhnya diakses, terutama Iphone korban.
Pengacara keluarga korban, Mohammad Natsir Said, dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa pihak keluarga mengharapkan adanya kejelasan mengenai kondisi dan proses penyelidikan yang berjalan.
“Kami berharap penyelidikan dilakukan secara terbuka dan kami meminta pihak Polda untuk terus berkomunikasi dengan keluarga terkait perkembangan kasus,” kata Natsir.
Meskipun demikian, Kombes Djoko memastikan bahwa meskipun terdapat kendala teknis terkait barang bukti, pihaknya tetap berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini dengan transparansi penuh dan tanpa ada yang ditutupi.
“Kami ingin memberikan kejelasan kepada keluarga dan masyarakat terkait kasus ini. Penyidikan kami lakukan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Kematian Afif Siraja yang penuh misteri ini meninggalkan banyak pertanyaan yang masih harus dijawab. Pihak keluarga berharap agar segera ditemukan titik terang terkait penyebab kematian almarhum.
Zainudin, kakak almarhum, mengenang Afif sebagai sosok yang selalu berhati-hati. “Afif selalu mengunci pintu rumah dari dalam. Itu sudah menjadi kebiasaannya,” ujar Zainudin.
Penyidik Polda Sulteng terus berusaha untuk menyelesaikan kasus ini secepat mungkin.
“Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan penyebab kematian Afif Siraja terungkap dengan jelas,” tutup Kombes Djoko.
