“Seperti Tol di negara Eropa. Jika alasan percepatan transport dan logistik, dan konektivitas antar pulau dan kalimantan khususnya serta antisipasi layanan bgi ibukota R.I baru maka saatnya harus dipikirkan juga sejak sekarang wilayah Tambu dan Kasimbar dapat dikelola menjadi Kawasan Agroindustri bagi pasokan ke wilayah Kalimantan dan menjadi suport di wilayah laut Sulawesi dan ke Asia Timur” Jelas Ahlis Djirimu, sembari mengingatkan bahwa saat ini arus barang dan jasa maritim trans pasifik telah melampaui trans atlantik, jadi saatnya perlu diantisipasi.
Sementara itu kedua Politisi yakni Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Tengah, Ata Radjak SH yang saat itu berdiskusi bersama Politisi partai Nasdem, Rusdy Mastura, pada pertemuan sebelumnya bersama Koran Trilogi mengatakan soal dampak pemindahan ibukota negara dari Jakarta ke Provinsi Kalimantan Timur, bagi Sulawesi Tengah, keduanya sepakat dengan gagasan Tol Tambu-Kasimbar dan Tol laut yang memanfaatkan Selat Makassar memotong jalur leher Pulau Sulawesi yang menghubungkan kedua Kabupaten, di Provinsi Sulawesi Tengah.

Akan tetapi Tapi matan Walikota Palu dua periode ini tidak sepakat jika harus dibuat terusan (kanal) yang membelah leher pulau Sulawesiulawesi.
“Saya tidak sepakat soal itu (Kanal) karena daerah kita rawan bencana efeknya terlalu beresiko tinggi disamping biayanya terlalu besar. Cukup buatkan Tol darat empat jalur besar sehingga modal angkutan besar bisa melewatinya, dan memberi dampak langsung kepada masyarakat yang ada dijalur itu” singkat Rusdy Mastura.
