Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), mendorong pembangunan Tol Tambu-Kasimbar sepanjang 28 Kilometer dalam usulan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 agar bisa terealisasi, upaya konkret antisipasi pertumbuhan ekonomi di jalur wilayah timur Indonesia.
Pakar Ekonomi Universitas Tadulako (Untad) Palu Dr M Ahlis Djirimu Ph.D mengatakan pembangunan proyek apapun ada study kelayakannya Feasibilities study, bukan hanya dari sisi ekonomi, sosial, lingkungan hingga hak alam juga harus diperhitungkan.

Dr M Ahlis Djirimu Ph.D
“Pembangunan Tol Tambu-Kasimbar yang menghubungkan wilayah Barat Kabupaten Donggala dan wilayah Timur Kabupaten Parimout tentu bertujuan kemudahan percepatan arus transportasi dan logistik sampai di tujuan terutama barang-barang tak tahan lama” kata Ahlis Djirimu kepada Koran Trilogi Kamis 8 Agustus 2019.
Menurut Dosen Fakultas Ekonomi itu, dari sisi layanan publik memang pembangunan Tol butuh jangka waktu lama jika memperhitungkan modal kembali dan selanjutnya menjadi barang publik yang dapat dilewati siapa saja setelah masa return of capital.
