“Membantu masyarakat itu tentu beda dengan aparat aparat yang memang tugasnya untuk itu, polisi, jaksa dan sebagainya. Kalian tidak digaji, karena moral saja, karena ikhlas saja, mau berjuang untuk meneruskan aspirasi mereka, luar biasa,” tambahnya.
Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng itu memberikan penghargaan pada Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI) atas semua gerakannya, semua yang dilakukan selama 15 tahun, mampu menciptakan kader kadernya sebagai calon pemimpin di Sulteng maupun secara nasional.
“Mudah mudahan LS-ADI semakin dewasa, saya bangga berhadapan dengan kalian, pemuda, mahasiswa, siswa bahkan anak anak muda yang sudah putus sekolah tapi yang kalian lakukan itu betul betul terukur, terarah dan berdampak luas pada masyarakat banyak,” ungkap Longki.
Ia mengaku banyak aksi aksi yang dilakukan oleh masyarakat tetapi ada kepentingan lain didalamnya, berbeda dengan LS-ADI yang benar benar murni berjuang untuk rakyat.
“Banyak gerakan gerakan yang dilakukan masyarakat tapi minta maaf yang saya liat aksi aksinya hanya namanya doang karena ada unsur unsurnya, kalau orang Kaili bilang Naria dotanya ada maunya, kalian yang saya liat betul betul murni dan berjuang untuk kepentingan masyarakat, itulah saya bangga dengan kalian.
