“Memberikan gelar bukan permintaan saya, saya tidak pernah meminta gelar, tidak meminta penghargaan, karena memang masyarakatlah yang pantas untuk menilai kinerja seorang pemimpin. Dimana jalanya pemerintah selama yang bersangkutan menjadi pemimpin yang bisa menilai itu adalah masyarakat bukan pemimpinya itu sendiri,” jelasnya.
Ia mengatakan jika ada pemimpin yang menilai dirinya berhasil, maka pemimpin itu telah gagal.
“Tidak ada seorang pemimpin menilai dirinya sendiri mengatakan dia berhasil, yang boleh itu masyarakat. Karena pemimpin diberikan amanah oleh rakyat dan di percayakan oleh Allah SWT untuk menduduki dan menjalankan amanah itu,” jelasnya.
Longki Djanggola mengaku selama kepemimpinan menjadi bupati Parimo dan gubernur Sulteng semua berjalan dalam koridor aturan yang berlaku.
“Walaupun selama saya memimpin bupati maupun gubernur saya juga beberapa kali dikritisi oleh LS-ADI, saya bangga dikritisi, itulah gunanya anak anakku, adik adikku di LS-ADI kalian sangat militan, kalian menuntut suatu keadilan dan kejujuran penyelengara pemerintah, itulah penting adanya kalian di tengah tengah masyarakat untuk bisa bersinergi dengan rakyat menuntut suatu kejujuran, keadilan sesuai dengan harapan rakyat, bantulah rakyat untuk mendapatkan keadilan,” katanya.
