TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

MESIN POMPA AIR MILIK BWSS III DIBIARKAN RUSAK, PENYINTAS GEMPA DI SIGI MENGELUH

Atas dasar itulah, tambah Masran, pihak pemerintah desa Binangga berulang kali melaporkan permasalahan kerusakan mesin pompa air tersebut dengan cara mendatangi kantor BWSS III. Pemerintah desa berharap, agar mesin pompa air yang berlokasi diarea huntara segera diperbaiki kembali. Sebab keberadaan mesin pompa air itu, selain memenuhi kebutahan dasar air bersih bagi penghuni huntara juga bagi penduduk desa Binangga sebanyak 1015 KK.

“Sudah dua kali kami kesana belum ada tindaklanjutnya itu, karena mereka sampaikan ke saya makanya mesin itu akan diperbaiki dan dirubah saja menggunakan panel solar shell. Tapi sampai hari ini belum ada juga tanda perbaikan. Saya berharap agar pihak BWSS III segera memperbaiki mesin ini agar bisa digunakan kembali oleh warga” harapnya.

Keberadaan satu unit bangunan Reservoir penampung air baku dari kedalaman pengeboran 103 meter yang berada diareal seluas 15 Ha itu dibangun sejak tahun 2010 silam oleh Direktorat Sumber Daya Air (SDA) melalui BWSS III, saat ini ini kondisinya kosong melompong. Bak Reservoir itu tidak lagi menampung air, akibat mesin pompa air merk Jet Pump yang berkapasitas 20 liter / detik, milik BWSS III itu telah rusak sejak lama.

Padahal keberadaan mesin pompa air ini dibangun, bertujuan untuk memenuhui kebutuhan dasar air bersih bagi 1015 KK penduduk yang ada didesa Binangga, terlebih bagi para penyintas gempa yang menghuni Huntara sebanyak 273 KK. Sampai berita ini diterbitkan pihak Satker OP BWSS III belum dapat dikonfirmasi terkait dengan permasalahan ini.

Penyediaan air bersih dalam masa pascabencana, salah satunya di atur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 1357 / Menkes /SK / XII / 2001 Tentang Standar Minimal Penanggulangan Masalah Kesehatan Akibat Bencana dan Penanganan Pengungsi.

Sesuai SK Menkes itu kersediaan air harus cukup untuk memberi sedikit–dikitnya 15 liter per orang per hari. Distribusi air bersih dan urusan sanitasi pascabencana di Sulteng, dikordinasi dalam Sub-Klaster Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (WASH). Selain berisi unsur pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Sub-Klaster Wash berisi sejumlah lembaga kemanusian.

Selama masa tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana, distribusi air bersih yang berada di Huntara  Desa Binangga, masih mengandalkan pasokan air bersih dari armada mobil tangki air milik BP2W Provinsi Sulawesi Tengah.

Halaman Selanjutnya :Penulis : Wahyudi / Koran Trilogi
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.