Selain perseoalan ekonomi, tambah Rahmad, dampak penutupan lokasi pertambangan di wilayah desa tersebut, juga memberikan efek tingkat kriminal di wilayah itu kembali meningkat. Hal itu disebabkan, jika selama ini warga sekitar menggantungkan ekonominya dari hasil pertambangan.
“Masyarakatku yang kemarin menambang, sekarang sudah kembali menekuni pekerjaan membuat cap tikus. Siapa yang tidak kenal, kalau Desa Kayuboko ini dulu adalah desa penghasil cap tikus terbesar di Kabupaten Parigi Moutong. Ini semua yang membuat saya selaku kades makin prihatin namun saya tak berdaya karena aturan dari Pemerintah Daerah yang melarang” Ungkapanya.
Keterangan Rahmad itu juga diamini oleh Ansar Talede.yang berharap agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, memberikan kelonggaran kebijakan terkait dengan pengelolaan tambang di wilayah itu.

Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.
I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article. https://accounts.binance.com/tr/register/person?ref=MST5ZREF
Can you be more specific about the content of your article? After reading it, I still have some doubts. Hope you can help me. https://accounts.binance.com/register/person?ref=JW3W4Y3A