TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Morowali Jadi Sentral Pabrik Lithium Battery Indonesia Terbesar

Dengan jumlah tenaga kerja tersebut, dikatakan Longki maka berdampak besar bagi perekonomian daerah.

“Jadi industri baterai lithium adalah turunan dari nikel dan punya nilai tambah dan mendongkrak nilai ekspor yang sudah terbukti sebelum ada baterai membantu ekspor, apalagi kalau ada ekspor, mungkin sampai ada mobil,” ungkapnya.

Tambang Nikel Morowali

Provinsi Sulawesi Tengah memiliki sumber daya bahan galian dan mineral golongan A (strategis) salah satu diantaranya adalah nikel. Dari data yang di riset Trilogi dari Pemerintah setempat, areal tambang nikel yang terdapat dikabupaten Morowali mencapai 149.700 ha dengan cadangan terduga terbesar 8.000.000 WMT.

Dalam tempo yang relatif singkat saat itu, Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mampu mengubah peta produsen nikel olahan di Indonesia. Menggeser PT Vale Indonesia Tbk (INCO), sejak 2018 IMIP sudah menguasai separuh produksi nikel olahan di Indonesia.

Berdasarkan sejumlah informasi dari beberapa media disebutkan PT IMIP yang menggandeng investor dari China, membuat industri olahan nikel itu berhasil berdiri di tahun 2013. Awal tahun 2014, fasilitas pengolahan nikel (smelter) pertama pun dibangun dengan kapasitas saat itu sebesar 300.000 ton Nikel Pig Iron (NPI). Tak berhenti sampai di situ, industri nikel olahan Morowali berkembang pesat dalam rentang 2015-2019.

PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bersama mitra dari China menanamkan investasi USD 1,94 miliar untuk penambangan dan pengolahan bijih atau smelter nikel di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

CEO PT Vale Indonesia Tbk Febriany Eddy mengungkapkan alasan berinvestasi pada proyek smelter nikel di Desa Bahodopi tersebut, karena dinamika bisnis nikel di Indonesia yang kian maju sangat pesat dalam 8 tahun terakhir.

“Hal tersebut membuat PT Vale semakin mantap mengambil posisi dalam peta industri nikel Tanah Air sebagai operator nikel yang mengedepankan praktik-praktik penambangan berkelanjutan,” jelasnya.

Saat ini wilayah konsesi Vale Indonesia di Sulteng mencakup area kontrak karya seluas 22.699 hektare di Blok 2 dan Blok 3 Deda Bahodopi.

Halaman Selanjutnya :"Proyek pengembangan kami di blok tersebut terdiri atas dua bagian utama, yaitu...