PT Vale Akan Kuasai Dua Blok Tambang Nikel di Bahodopi

  • Bagikan
PT Vale Akan Kuasai Dua Blok Tambang Nikel di Bahodopi
Ilustrasi site pengelolaan tambang nikel Morowali. Foto Ist

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tampaknya bakal menguasai dua Blok tambang nikel di Bahodopi. Dua wilayah konsesi itu mencakup area kontrak karya seluas 22.699 hektare di Blok 2 dan Blok 3.

Hal ini terungkap ketika CEO PT Vale Indonesia Tbk Febriany Eddy saat berdialog dengan Gubernur Sulteng Longki Djanggola, di ruang kerja Gubernur di Palu belum lama ini. Pada dialog itu dibeberkan bahwa PT Vale bakal menyerap tidak kurang dari 12.300 pekerja pada proyek penambangan nikel dan pengolahan bijih nikel di Kabupaten Morowali.

Baca Juga : PARTIKEL BERBAYA DI TANAH MORI

“Kegiatan penambangan PT Vale di Blok Bahodopi akan menyerap sekitar 900 tenaga kerja. Sementara untuk kegiatan di pabrik pengolahan atau smelter kami memperkirakan kebutuhan tenaga kerja mencapai 11.400 orang pada periode konstruksi dan sekitar 3.700 orang ketika smelter sudah beroperasi,” kata CEO PT Vale Indonesia Tbk Febriany Eddy.

Eddy berharap kehadiran PT Vale dapat berkontribusi terhadap peningkatan taraf hidup warga sekitar dan perekonomian kabupaten serta provinsi.

Selain itu PT Vale juga menganut sistem penerimaan tenaga kerja berbasis kompetensi dan dilakukan secara berjenjang. Seleksi tenaga kerja selalu diawali dengan talenta lokal, sebelum beranjak ke siklus berikutnya, yaitu rekrutmen regional dan nasional.

“Sebagai perusahaan yang mengedepankan keberagaman dan inklusi, PT Vale menerima talenta dari beragam latar belakang, selama memenuhi kompetensi yang disyaratkan,” ujarnya.

Dia menyatakan PT Vale bekerjasama dengan mitra dari Tiongkok berinvestasi senilai 1,94 miliar dolar AS untuk menjalankan proyek tersebut.

Saat ini wilayah konsesi PT Vale di sana mencakup area kontrak karya seluas 22.699 hektare di Blok 2 dan Blok 3 Desa Bahodopi.

“Proyek pengembangan kami di blok tersebut terdiri atas dua bagian utama, yaitu tambang dan pabrik atau yang biasa kita sebut smelter,” ujarnya lagi.

Kegiatan penambangan, lanjutnya, akan dioperasikan dengan nilai investasi pembukaan tambang sebesar 140 juta dolar AS. Sementara untuk kegiatan pengolahan bijih nikel, pihaknya berencana membangun smelter dengan nilai investasi sebesar 1,8 miliar dolar AS.

 

  • Bagikan
error: Content is protected !!