Pengolahan ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi sektor peternakan dan pertanian.
Model ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat menjadi solusi terintegrasi bagi persoalan lingkungan dan energi.
“Inisiatif ini telah berjalan selama tiga tahun tanpa sentuhan dari pemerintah,” ujar Sadig dalam wawancara bersama Athif Muhyiddin Hishad.
Upaya tersebut juga sejalan dengan arahan Prabowo Subianto terkait pengelolaan sampah, serta gagasan ekoteologi yang disampaikan Nasaruddin Umar.
Selain itu, Pemerintah Kota Palu di bawah kepemimpinan Hadianto Rasyid turut mendorong pengelolaan sampah yang lebih efektif.
Ke depan, sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mengembangkan biofuel sebagai energi alternatif.
Tanpa dukungan kebijakan yang kuat dan kolaborasi lintas sektor, potensi besar ini dikhawatirkan sulit berkembang secara optimal.
Di tengah krisis energi Indonesia yang terus berlanjut, inovasi berbasis sumber daya lokal seperti biofuel menawarkan harapan baru.
