TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Krisis Energi Indonesia | Biofuel dari Sampah Jadi Alternatif di Tengah Kenaikan Harga BBM

Biofuel atau bahan bakar nabati dinilai relevan sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil.

Secara umum, biofuel terbagi dalam tiga jenis utama, yakni biodiesel yang berasal dari minyak nabati seperti kelapa sawit dan minyak jelantah, bioetanol dari bahan berpati seperti tebu dan jagung, serta biogas yang dihasilkan dari fermentasi sampah organik.

Ketersediaan bahan baku biofuel di Indonesia tergolong melimpah. Bahkan, sebagian besar dapat diperoleh dari limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Namun, pengembangan energi terbarukan ini dinilai masih minim dukungan, baik dari sisi kebijakan maupun implementasi di lapangan.

Potensi tersebut terlihat jelas di Kota Palu. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), produksi sampah di kota ini mencapai sekitar 79 ribu ton per tahun atau lebih dari 200 ton per hari.

Mayoritas sampah tersebut merupakan sampah organik yang berpotensi diolah menjadi sumber energi alternatif.

Inisiatif pemanfaatan sampah organik menjadi biofuel mulai dilakukan oleh mahasiswa di bawah bimbingan Muhammad Sadig.

Melalui budidaya maggot, mereka mengolah limbah organik menjadi pakan ternak berprotein tinggi sekaligus menghasilkan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami.

Halaman Selanjutnya :Pengolahan ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan nilai tambah...