“Walaupun demikian para petani di sekitar KPN tetap beraktivitas,” ujar M. Ridha Saleh.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menilai keberlanjutan pembangunan KPN Talaga dibutuhkan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Keberadaan kawasan pangan itu juga diharapkan mampu mendukung produktivitas petani KPN Talaga serta membuka ruang industrialisasi berbasis pertanian di wilayah pedesaan.
KPN Talaga Sulteng sebelumnya menjadi salah satu proyek pengembangan pangan yang mendapat perhatian pemerintah pusat setelah diresmikan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dua tahun lalu.
Dengan kesiapan infrastruktur dan legalitas yang telah tersedia, pemerintah daerah kini mendorong percepatan pengelolaan dan pembangunan kembali kawasan tersebut agar dapat berjalan lebih optimal.
