“Kalau kita lebih banyak menggarap soal potensi gangguan keamanan. Kepada intel saya sampaikan jangan kita selalu menjadi seperti pemadam kebakaran. Kalau kita seperti pemadam kebakaran maka cost-nya tinggi, tapi kalau kita bisa menggarap potensi gangguan itu, ya paling kita rugi di waktu saja,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan perihal pengamanan Pilkada serentak yang saat ini akan memasuki masa kampanye.
“Kami juga hampir setiap hari melakukan video conference terkait bagaimana dinamikanya. Yang jelas, di Pilkada ini kami netral,” tegasnya.
Selain itu terkait masalah Covid-19. Pihaknya sendiri berupaya menjaga jangan sampai polisi juga sakit.
“Kalau sakit bagaimana mau melayani masyarakat, jadi saya keras di situ. Selesai apel pagi kita lanjutkan dengan olahraga. Kalau awalnya apel pagi dimulai pada pukul 07.00 Wita, sekarang saya ubah menjadi 08.00 Wita, supaya panas matahari itu bisa mengena ke tubuh polisi, supaya imunnya bisa tambah kuat,” sambungnya.
