Dalam pernyataannya, Hendly menyatakan tetap akan bersikap kooperatif selama proses hukum berjalan.
Namun, ia menyayangkan bahwa polemik hukum ini memicu perpecahan di kalangan jurnalis.
“Saya mohon maaf jika kasus ini membuat rekan-rekan jurnalis terbelah. Saya dan keluarga berkomitmen menghadapi proses ini dengan kepala tegak. Setelah semua selesai, apapun hasilnya, saya akan jeda dari dunia jurnalistik,” ujar Hendly menutup keterangannya.
Kasus ITE jurnalis yang menjerat Hendly Mangkali kembali membuka diskusi soal batas antara kerja jurnalistik dan ruang digital.
Di tengah sorotan terhadap kemerdekaan pers, pertanyaan soal Hendly Mangkali ditanya legalitas menjadi pangkal persoalan yang tak sederhana.
