Masalah krusial masih tersisa di level hilir: distribusi air ke petak sawah paling ujung belum optimal karena keterbatasan saluran tersier.
Untuk menjawab bottleneck tersebut, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu kini menjalankan proyek peningkatan jaringan melalui program Inpres 02 irigasi tersier Gumbasa TA 2025.
Fokusnya membangun dan menyempurnakan saluran tersier agar air bisa mengalir merata hingga ke lahan paling jauh.
Langkah ini menjadi krusial mengingat sebagian besar area persawahan di kawasan tersebut merupakan wilayah terdampak langsung bencana 2018, yang hingga kini belum sepenuhnya pulih produktivitasnya.
Pembangunan saluran tersier bukan sekadar proyek fisik. Ini menjadi kunci distribusi air yang adil, efisien, dan berkelanjutan bagi petani.
Dengan jaringan tersier yang memadai, petani yang sebelumnya tidak bisa menanam kini berpeluang kembali menggarap lahannya.
