Tak sampai di situ, Hasanuddin Atjo, berpendapat bahwa pemindahan “Ibu Kota Negara dan Pusat Pemerintahan” ke Kalimantan akan memberi manfaat ganda bagi Provinsi Sulawesi Tengah. Pasalnya Sulawesi Tengah, khususnya wilayah bagian baratnya telah ditakdirkan berhadapan langsung dengan calon ibu kota Negara.
Berdasarkan rilies yang diterima Koran Trilogi manfaat yang lebih strategis lagi bahwa Sulawesi Tengah dapat menjadi Jembatan Penghubung antara ibu kota Negara yang baru dengan wilayah Timur Indonesia dan dapat menjadi penghubung antara ALKI II dan III (Alur Laut Kepulauan Indonesia).
Jembatan penghubung yang dimaksud adalah membangun jalan “TOL Tambu-Kasimbar” yang panjangnya diperkirkan sekitar 28 kilometer yang nantinya akan dilalui oleh sejumlah alat transportasi darat yang dimuat oleh kapal fery dari ibukota Negara atau wilayah lain, selanjutnya tiba di Kasimbar. Alat transportasi darat tersebut akan diangkut lagi oleh kapal fery ke Indonesia bagian Timur dan wilayah sekitarnya. Demikian sebaliknya.

Bila rencana ini dapat direalisasikan, maka jarak “Ibu kota Negara” ke Kawasan Timur Indonesia, termasuk wilayah Sulawesi Tengah bagian timur dan jarak dari ALKI II dan III melalui transportasi laut dapat diperpendek. Daripada harus berputar ke Utara melawati Manado atau ke Selatan melewati Makassar untuk menuju ke Kawasan Timur Indonesia, yaitu Maluku, Maluku Utara dan Papua.
Sulawesi Tengah merupakan Provinsi memiliki kepulauan salah satu bagian Provinsi yang berada di kawasan timur Indonesia yang terdiri atas 12 Kabupaten dan 1 Kota. Dengan luas wilayah daratan mencapai 61.841 kilometer persegi, wilayah perairan 77.295 km persegi, panjang garis pantai 6.652 km, dan jumlah pulau 1.604 buah dengan jumlah penduduk sekitar 3,3 juta jiwa.
