TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Guru Tua Diakui | Status Kewarganegaraan Resmi Membuka Jalan Menuju Gelar Pahlawan Nasional !

Baca Juga : 6 Rukun Wudhu yang Wajib Diperhatikan Sebagai Syarat Sah Sholat

Pengaruhnya tidak hanya terasa di Sulawesi Tengah, tetapi juga di seluruh Indonesia. Alkhairaat, lembaga pendidikan yang didirikannya, menjadi warisan yang terus bersinar hingga kini.

Kehadiran Guru Tua di Indonesia bermula saat ia mengunjungi kerabatnya di Pulau Jawa dan Sulawesi. Pada kunjungan pertamanya di usia 19 tahun, ia belum memutuskan untuk bermukim.

Namun, pada kunjungan keduanya pada tahun 1922, Guru Tua memutuskan untuk menetap di Jawa. Perjalanan spiritual dan edukasionalnya dimulai dari Batavia (sekarang Jakarta), lalu berpindah ke Jombang, Jawa Timur pada tahun 1926, di mana ia bertemu dengan KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Baca Juga : Perbedaan Haji dan Umrah dalam Islam

Pada tahun 1929, Guru Tua melanjutkan perjalanan ke Sulawesi Tengah dan setahun kemudian, pada 14 Muharram 1349 Hijriyah atau 11 Juni 1930, ia mendirikan Madrasah Alkhairaat di Palu.

Masa pendudukan Jepang (1942-1945) sempat menghambat aktivitas Alkhairaat, tetapi semangat Guru Tua tidak padam. Ia mengubah metode pembelajaran dari rumah ke rumah dan bahkan sempat hijrah ke Kampung Pewunu di Sigi.

Halaman Selanjutnya :Baca Juga : Apa Itu Akil Baligh, Makna, Tanda-Tanda, dan Dalilnya