Tim teknis di lapangan tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, mengingat curah hujan di wilayah Tojo Una-Una masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Kami terus pantau kondisi di lapangan dan siap bergerak jika ada pergerakan tanah baru,” ujar Chandra.
Jalur Trans Sulawesi dikenal rawan longsor terutama di wilayah perbukitan antara Poso dan Ampana.
Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah ini masuk dalam zona risiko tinggi bencana geologis pada musim hujan.
Dalam beberapa tahun terakhir, longsor kerap mengganggu distribusi logistik dan akses antarwilayah di Sulawesi Tengah.
Baca Juga : BPJN Sulteng Gagas Kolaborasi TJSLP Perusahaan Tambang, Jalan Trans-Sulawesi Morowali Siap Dibenahi
Meski demikian, koordinasi cepat antara BPJN Sulteng dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam memastikan jalur nasional tersebut kembali berfungsi tanpa menunggu lama.
BPJN Sulteng memastikan proses pembersihan total akan dilanjutkan hingga seluruh badan jalan aman dan layak dilalui.
