“Ini adalah bentuk fitnah yang dirancang untuk mengecewakan pendukung kami,” tambahnya.
Ahmad Ali menegaskan bahwa masyarakat Sulawesi Tengah sudah cukup cerdas untuk membedakan antara janji kosong dan bukti nyata.
Ia juga mengungkapkan bahwa serangan berupa fitnah pembagian sembako menunjukkan kepanikan lawan politik yang tak mampu bersaing secara sehat.
“Fitnah seperti ini hanya menggambarkan ketidakmampuan mereka berkompetisi dengan program yang jelas,” kata Ahmad Ali.
Pasangan Beramal mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab.
“Masa depan Sulawesi Tengah terlalu berharga untuk dikorbankan oleh provokasi murahan. Jangan gadaikan masa depan kita untuk kepentingan politik sesaat,” ujar Ahmad Ali tegas.
