Kegiatan tersebut meliputi penanaman pohon lintas agama, aksi bersih pantai, hingga riset berbasis kearifan lokal masyarakat Kaili.
Program ini menjadi bagian dari implementasi konkret edu ekologis Islam dalam dunia pendidikan tinggi.
Momentum Hari Pendidikan Nasional juga dimanfaatkan untuk mendorong kesadaran generasi muda.
Saefudin mengapresiasi program “Berani Cerdas” yang dinilai mampu memperluas akses pendidikan sekaligus menyiapkan SDM unggul di Sulawesi Tengah.
Ia menegaskan, masa depan bumi dalam perspektif Islam harus menjadi bagian integral dalam kurikulum pendidikan ke depan.
“Pendidikan harus berorientasi pada pelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi,” ujarnya.
Dorongan terhadap edu ekologis Islam menunjukkan pergeseran wacana pendidikan menuju pendekatan yang lebih holistik.
Di tengah tekanan krisis lingkungan, integrasi nilai agama, kebijakan publik, dan pendidikan dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di Indonesia.
