TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Tambang Tembaga Oyom Diperebutkan, Siapa Sebenarnya Berperan?

Tolitoli – Tambang Tembaga Oyom kini bukan sekadar soal izin. Di baliknya, muncul klaim yang saling bertolak belakang membuat publik mulai bertanya, siapa sebenarnya yang berperan sejak awal?.

Seiring waktu, berbagai versi mulai bermunculan. Ada yang menyebut proses ini sebagai perjuangan bersama, namun ada pula yang merasa perannya tidak diakui.

Polemik pengelolaan Tambang Tembaga Oyom, Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli, kembali mencuat di tengah perbedaan pandangan terkait peran sejumlah koperasi dalam proses panjang pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Tokoh masyarakat menilai penting adanya pelurusan informasi agar tidak terjadi klaim sepihak yang berpotensi memicu konflik sosial. Dalam perjalanan menuju penetapan WPR, proses yang dilalui tidak sederhana.

Sejak awal, upaya legalisasi tambang telah dilakukan oleh Koperasi Mitra Tambang Pesonguan yang menjadi koperasi pertama dengan fokus pada pengelolaan tambang tembaga berbasis kearifan lokal.

Namun, langkah tersebut sempat terhambat karena status wilayah belum ditetapkan sebagai WPR serta penolakan dukungan tata ruang oleh pemerintah daerah.

Beberapa bulan kemudian, setelah Koperasi Arung Ponggawa Mineral bersama sejumlah koperasi lain terbentuk dan melanjutkan proses, pemerintah daerah mulai memberikan respons positif.

Dengan dukungan salah satu anggota DPRD provinsi, akhirnya WPR Oyom memperoleh Surat Keputusan Menteri.

Tokoh masyarakat Desa Oyom, Marwan Abd Kadir, menegaskan bahwa proses tersebut merupakan hasil perjuangan kolektif yang perlu dipahami secara utuh.

“Saya melihat bahwa kelompok koperasi Arung Punggawa Mineral bersama beberapa koperasi lain memang ikut terlibat dalam proses panjang perjuangan WPR Oyom. Namun perlu diluruskan secara objektif, bahwa sebelum itu, Koperasi Mitra Tambang Pesonguan merupakan koperasi pertama yang dibentuk dengan tujuan legalisasi tambang tembaga di Oyom,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengakuan terhadap seluruh pihak penting untuk menjaga kejujuran sejarah dan menghindari distorsi informasi di kemudian hari.

Halaman Selanjutnya :Marwan juga menekankan bahwa polemik yang terjadi seharusnya tidak mengarah pada konflik...