TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Edu Ekologis Islam Didorong, Akademisi Palu Soroti Krisis Lingkungan

Dalam diskusi tersebut, Saefudin menekankan bahwa konsep Islam selamatkan bumi memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an dan hadis.

Namun, implementasinya dinilai masih belum optimal di masyarakat.

Ia menilai, pemahaman keagamaan selama ini masih berfokus pada ritual ibadah, sementara aspek ekologis belum menjadi perhatian utama.

“Menjaga kelestarian lingkungan adalah bagian dari keimanan. Ini tidak bisa dipisahkan dari spiritualitas,” katanya.

Lebih lanjut, Saefudin menyebut bahwa penerapan pendidikan berkelanjutan Indonesia harus dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan masif.

Hal ini, menurutnya, membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia menegaskan bahwa konsep edu ekologis tidak hanya berlaku dalam Islam, tetapi juga relevan bagi seluruh agama jika dikembangkan secara inklusif.

“Semua pihak harus bersinergi, mulai dari kebijakan pemerintah, anggaran, SDM, hingga teknologi pengelolaan sampah,” ujarnya.

Di tingkat kelembagaan, FTIK UIN Datokarama Palu telah menjalankan sejumlah program berbasis lingkungan.

Halaman Selanjutnya :Kegiatan tersebut meliputi penanaman pohon lintas agama, aksi bersih pantai, hingga riset...