Penerapan e-Katalog Versi 6 merupakan bagian dari reformasi pengadaan barang dan jasa pemerintah yang menekankan transparansi, persaingan usaha sehat, serta percepatan belanja negara.
Sejumlah perubahan mendasar dalam V6 antara lain:
- Digitalisasi penuh proses pemilihan penyedia
- Sistem negosiasi harga berbasis aplikasi
- Evaluasi kinerja penyedia secara historis
- Integrasi pengawasan dalam satu platform nasional
Model ini diharapkan mampu menekan potensi praktik kolusi sekaligus meningkatkan efisiensi anggaran proyek infrastruktur.
Baca Juga : Jalan Rajamoili Komodo Rampung Total, Perkuat Konektivitas & Ketahanan Pesisir Kota Palu
Di Sulawesi Tengah, proyek pembangunan dan preservasi jalan nasional menjadi salah satu sektor strategis yang menopang konektivitas antarwilayah. Karena itu, tata kelola pengadaan menjadi perhatian publik.
Bambang menilai, pemahaman masyarakat terhadap mekanisme baru e-katalog penting agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap proses tender yang kini sepenuhnya berbasis sistem.
“Transformasi ini memang mengubah pola lama. Namun tujuannya jelas, yakni memastikan pengadaan barang dan jasa berjalan transparan, akuntabel, dan profesional,” ujarnya.
Dengan implementasi e-Katalog Versi 6, BPJN Sulawesi Tengah menyatakan siap menjalankan proses pengadaan proyek jalan nasional sesuai regulasi terbaru dan prinsip good governance.
Transformasi digital dalam sistem pengadaan barang dan jasa ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat integritas pengelolaan proyek infrastruktur serta menjaga kepercayaan publik terhadap belanja negara.
Di tengah sorotan terhadap proyek di BPJN Sulteng, sistem elektronik yang terdokumentasi menyeluruh menjadi fondasi utama untuk memastikan bahwa setiap proses tender berjalan sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan.
