
Berdasarkan lisan dan bukti dokumen yang dianggap rahasia itu terungkap, terjadi skandal “Pengaturan Bagi-bagi proyek” yang dilakukan oleh mantan Kepala BPPW Sulteng, Ferdinan Kana Lo dan mantan PPK PKP-1, Azmi Hayat kepada tiga perusahaan KSO.
Diantaranya, PT Velovei Bangun Pratama, PT Rizal Nugraha membangun dan PT Ilham Lestari Abadi, yang kemudian ditengah jalan digantikan oleh PT Sapta Unggul. Pembentukan kemitraan KSO itu dilakukan atas perintah Ferdinan Kana Lo selaku kepala BPPW Sulteng ketika itu, melalui Azmi Hayat.
“Menurut Azmi kan itu katanya perintah pimpinanya !. Kirim saja gambar saya WA ini ke pak Ferdinan dan pak Azmi, karena sudah jelas diatur sama pak Ferdinan, ada TTD nya. Sudah jelas disana PT Ilham, setelah saya ribut-ribut malah yang muncul belakangan PT Sapta Unggul yang notabene mendapatkan paling banyak di Balai” ungkap Made melalui pesan Whatsap.
Sebelum berita ini beredar, mantan kepala BPPW Sulteng, Ferdinan Kana Lo, yang kini menduduki jabatan baru di Subdit II Ditjen Cipta Karya, Kementrian PUPR untuk wilayah Indonesia Timur, belum memberikan tangapan ketika dilakukan upaya konfirmasi melalui pesan Whatsap.
Hanya saja bekas anak buahnya yang pernah menjabat sebagai PPK PKP-I, Azmi Hayat, ketika dilakukan konfirmasi secara terpisah sedikit memberikan tanggapan terkait persoalan ini bergulir. Menurutnya bahwa persoalan dengan pihak pelaksana proyek dari PT Rizal Nugraha Membangun sudah dilakukan pertemuan dengan kepala BPPW yang baru.
“Minggu lalu, sepertinya menghadap langsung Kabalai. Sementara ini, saya belum dapat update perkembanganya” tulis Azmi melalui pesan Wa yang diterima Trilogi pada 22 Desember 2021.
Benang kusut pengelolaan dana bencana penyediaan lahan huntap yang menimbulkan polemik ini banyak pihak yang menuding diduga kuat dijadikan sebagai lahan bancakan oleh segelintir oknum-oknum yang terciprat didalamnya.
Untuk itu, institusi yang terkait diminta turun mengusut tuntas praktek-praktek nakal ini. Mata rantai permainan itu akan terus menggurita, jika hal ini terus dibiarkan. Kita tunggu kabar selanjutntnya !.
