TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

DORONG KETAHANAN PANGAN, BWSS III PULIHKAN IRIGASI GUMBASA TAHAP I

Radiah Zulfikar menerangkan debit air yang sanggup dikeluarkan Bendungan Irigasi Gumbasa tersebut sebanyak 12 meter kubik atau 12.000 liter per detik. Satu pintu bendungan saja yang dibuka bisa menghasilkan 4 meter kubik atau 4.000 liter debit air.

“Perbaikan saluran irigasi gumbasa meliputi rehabilitasi dan rekonstruksi saluran primer sepanjang 35,3 kilometer serta rehabilitasi dan rekonstruksi saluran sekunder, tersier, drainase dan pemulihan sawah seluas 8.180 hektare” jelasnya.

Sementara itu salah seorang petani mengatakan 1,070 hektar areal persawahan yang akan teraliri dalam tahap pertama itu berada di desa Pandere, Kalawara, Lambara dan sebagian Sibalaya Barat. Bila irigasi sudah mengalir kembali pada pertengahan bulan Januari 2020 ini, maka sebagian petani di desa itu sudah dapat mengolah kembali lahan dan menanam padi.

“Artinya dari masyarakat petani sudah bisa memulai rencana pembersihan areal pertanian yang dilanda kekeringan pascabencana tahun 2018 lalu. Kami menyambut baik dengan mengalirnya air disaluran irigasi ini agar kami bisa kembali menanam” kata  Azhar yang dihubungi Koran Trilogi.

Diketahui Daerah irigasi gumbasa terletak di areal lembah Palu, memanjang dari kaki hulu gumbasa sampai sungai kawatuna, kota Palu. Secara administrasi daerah irigasi gumbasa berada di lima kecamatan di kabupaten Sigi dan kota Palu yang meliputi kecamatan Gumbasa, Tanambulava, Dolo, Sigi Biromaru dan Palu Selatan.

Irigasi gumbasa mendapat suplai air dari danau Lindu dan sungai Gumbasa melalui bendung gumbasa yang dibangun pada tahun 1976 di desa Pandere, Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi. Setelah bencana gempa bumi, jaringan irigasi gumbasa mengalami kerusakan sampai 70 persen.

Pascabencana hebat di 2018 lalu, Direktorat Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III akhirnya memulihkan kembali saluran irigasi gumbasa tahap I untuk mensuplai air kelahan pertanian di Sigi 1,070 hektar areal. Kini masyarakat beberapa desa di dua Kecamatan yakni Gumbasa dan Tanambulava menyambut gembira atas mengalirnya air disaluran irigasi gumbasa yang dahulu rusak akibat bencana.

Penulis : Wahyudi / Koran Trilogi

Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.