Selain itu, ada pula Rey Rangkuti (Pengamat Politik), Wawan H. Purwanto (Pengamat Intelijen), dan Muhammad Sadig (Pengamat Gerakan Mahasiswa).
Ridzki Efendi, Ketua DEMA FTIK UIN Datokarama, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong gerakan mahasiswa yang lebih moderat, dengan mengedepankan rasionalitas ketimbang ego pribadi.
“Kami berharap, dengan diskusi ini, kita bisa bersama-sama merawat kedamaian dengan moderasi beragama sebagai penangkal radikalisme dan politik identitas,” ujarnya.
