DAERAH AKAN MAJU, BILA TATAKELOLA UPDATE

Pemilik hak suara dan partai pengusung tidak boleh lagi mendudukan konteks dan konten itu hanya sebagai sebuah persyaratan, tetapi lebih kepada kualitas bahwa pasangan itu memiliki konteks dan konten yang dinilai oleh hampir semua orang mampu melahirkan sebuah kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya.

Karenanya pemilik hak suara dan partai pengusung saatnya berkomitmen untuk kepentingan yang lebih besar, dikarenakan pilkada 2020 dapat dikatakan “kereta terakhir” sebagai pijakan untuk menuju perubahan.

Bila tidak, maka harapan menjadi daerah maju hanya sekedar keinginan, kenangan dan catatan sejarah, karena belum berhasil melahirkan pemimpin upadate yang memiliki konteks dan konten sesuai kebutuhan.

ADVERTISEMENT
PARALLAX ADSMasukkan gambar/kode iklan dari Customizer

Konteks dan Konten

Konteks dan Konten atau biasa dikenal dengan istilah visi dan misi merupakan salah satu syarat yang harus disampaikan oleh pasangan calon yang akan ikut berlomba dalam pilkada. Hampir semua pasangan memiliki konteks dengan berbagai strategi atau konten yang baik dan akademik.

Apalagi kalau konteks dan konten itu dominan dilahirkan oleh tim khusus yang dibentuk oleh pasangan calon. Pasti narasi maupun target-target yang akan dicapai semuanya menjanjikan dan memiliki “daya hipnotis” yang tinggi.

Menjadi persoalan kemudian bila pasangan calon tersebut kemudian terpilih karena pengaruh daya hipnotis tadi, maka jangan berharap banyak bahwa pasangan tersebut dapat mengimplementasikan konteks yang telah disusun dan disampaikan itu, karena hampir dipastikan kurang memahami roh dari konteks dan kontennya.

Pasangan calon yang ideal dan diharapkan mampu membuat perubahan adalah yang memiliki gagasan-gagasan orisinal dan memahami bagaimana skenario mengimplementasikannya.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Tim yang dibentuk perannya tidak lagi dominan, mereka lebih fokus kepada melengkapi...
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.