Jika memang perlu, pasien diabetes dapat mengganti asupan gula dengan pemanis yang semakin aman untuk pasien diabetes, sorbitol. Pasien diabetes dan keluarganya bisa lakukan diskusi nutrisi dan pola makan sama dokter atau dokter nutrisi untuk mengontrol pola makan setiap hari.
Untuk menolong mengubah gula darah jadi energi dan tingkatkan sensitivitas sel pada insulin, pasien diabetes disarankan untuk olahraga secara rutin, minimal 10-30 menit setiap hari. Pasien bisa konsultasi sama dokter untuk pilih olahraga dan kegiatan fisik yang tepat.
Pada diabetes type 1, pasien akan memerlukan terapi insulin untuk atur gula darah setiap hari. Disamping itu, banyak pasien diabetes type 2 dianjurkan untuk jalani terapi insulin untuk atur gula darah. Insulin tambahan itu akan diberi lewat suntikan, tidak dalam wujud obat minum.
Dokter akan atur tipe dan jumlah insulin yang dipakai, dan memberitahukan langkah menyuntiknya. Pada kasus diabetes type 1 yang berat, dokter bisa merekomendasikan operasi pencangkokan
(transplantasi) pankreas untuk menukar pankreas yang alami kerusakan.
Pasien diabetes type 1 yang sukses jalani operasi itu tak lagi membutuhkan terapi insulin, tetapi harus mengonsumsi obat imunosupresif dengan teratur. Pada pasien diabetes type 2, dokter akan memberi resep beberapa obat, satu diantaranya ialah metformin, obat minum yang berperan untuk turunkan produksi glukosa dari dalam hati.
Disamping itu, obat diabetes yang lain bekerja dengan jaga kandungan glukosa pada darah supaya tidak begitu tinggi sesudah pasien makan, dapat diberi. Dokter dapat mengikuti beberapa obat di atas dengan pemberian suplemen atau vitamin untuk mengurangi resiko berlangsungnya komplikasi.
Misalkan, pasien diabetes yang kerap alami tanda-tanda kesemutan akan diberi vitamin neurotropik. Vitamin neurotropik biasanya terbagi dalam vitamin B1, B6, dan B12. Vitamin-vitamin itu berguna untuk jaga peranan dan susunan saraf pinggir. Ini penting untuk dijaga pada pasien diabetes type 2 untuk menghindar komplikasi neuropati diabetik yang cukup umum terjadi.
Pasien diabetes harus mengatur gula darahnya secara disiplin lewat skema makan sehat supaya gula darah tidak alami peningkatan sampai di atas normal. Selainnya mengatur kandungan glukosa, pasien dengan keadaan ini akan diaturkan agenda untuk jalani test HbA1C buat mengawasi kandungan gula darah selama 2-3 bulan terakhir.
Komplikasi Diabetes
Beberapa kompleksitas yang bisa ada karena diabetes type 1 dan 2 ialah:
• Penyakit jantung
• Stroke
• Gagal ginjal kronis
• Neuropati diabetik
• Gangguan penglihatan
• Katarak
• Depresi
• Demensia
• Gangguan pendengaran
• Frozen shoulder
• Luka dan infeksi pada kaki yang susah sembuh
• Kerusakan kulit atau gangrene karena infeksi bakteri dan jamur, terhitung bakteri pemakan daging
Diabetes karena kehamilan bisa memunculkan kompleksitas pada ibu hamil dan bayi. Contoh kompleksitas pada ibu hamil ialah preeklamsia. Dan contoh kompleksitas yang bisa ada pada bayi ialah:
• Kelebihan berat tubuh saat lahir.
• Kelahiran prematur.
• Gula darah rendah (hipoglikemia).
• Keguguran.
• Penyakit kuning.
• Meningkatnya resiko menderita diabetes type 2 di saat bayi menjadi dewasa.
