Test ini dilaksanakan dengan minta pasien untuk berpuasa sepanjang semalam lebih dulu. Pasien selanjutnya akan jalani pengukur test gula darah puasa. Sesudah test itu dilaksanakan, pasien akan disuruh minum larutan gula khusus.
Selanjutnya contoh gula darah akan diambil kembali sesudah 2 jam minum larutan gula. Hasil test toleransi glukosa di bawah 140 mg/dL memperlihatkan kandungan gula darah normal. Hasil test tes toleran glukosa dengan kandungan gula di antara 140-199 mg/dL memperlihatkan keadaan prediabetes.
Hasil test toleran glukosa dengan kandungan gula 200 mg/dL ataupun lebih memperlihatkan pasien
menanggung derita diabetes.
Tes HbA1C (glycated haemoglobin test)
Test ini mempunyai tujuan untuk menghitung kadar glukosa rerata pasien sepanjang 2-3 bulan ke belakang. Test ini akan menghitung kandungan gula darah yang terlilit pada hemoglobin, yakni protein yang berperan bawa oksigen pada darah.
Dalam test HbA1C, pasien tak perlu jalani puasa lebih dulu. Hasil test HbA1C di bawah 5,7 % sebagai keadaan normal. Hasil test HbA1C antara 5,7-6,4% memperlihatkan pasien alami keadaan prediabetes. Hasil test HbA1C di atas 6,5% memperlihatkan pasien menanggung derita diabetes.
Selainnya test HbA1C, pengecekan perkiraan glukosa rata-rata (eAG) bisa juga dilaksanakan untuk ketahui kandungan gula darah lebih tepat.
Dari hasil test gula darah akan diperiksa oleh dokter dan diumumkan ke pasien. Bila pasien didiagnosa menanggung derita diabetes, dokter akan berencana beberapa langkah penyembuhan yang hendak ditempuh.
Khusus untuk pasien yang diduga menanggung derita diabetes tipe 1, dokter akan merekomendasikan test autoantibodi untuk pastikan apa pasien mempunyai antibodi yang menghancurkan kumpulan sel tubuh, terhitung pankreas.
Pasien diabetes diwajibkan untuk mengontrol pola makan dengan perbanyak konsumsi buah, sayur, protein dari beberapa bijian, dan makanan rendah kalori dan lemak. Pilihan makanan untuk pasien diabetes seharusnya betul-betul jadi perhatian.
