Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) paparkan hasil data intelejen. Indikator berkaitan radikalisme suatu kelompok itu, memuat data 198 Pondok Pasantren (Ponpes) terafiliasi terorisme. Tokoh muda Alkhaerat di Sulawesi Tengah minta data itu dibuka. “Buntut Panjang Maklumat BNPT“.
Habib Sadig, Tokoh muda Alkhaerat menyebut bahwa pernyataan Kepala BNPT RI, Komjen Boy Rafli Amar itu dituding akan memunculkan stigma negatif di ranah publik dengan menyebut sebgaian Ponpes di Indonesia terafiliasi terorisme.

“Kepala BNPT harus membuka kepada publik pesantren mana saja yang ia maksud terafiliasi dengan gerakan teororisme. Ini penting, mengingat stigma negatif terhadap pesantren bisa jadi muncul akibat penyataan Kepala BNPT tersebut,” katanya melalui rilis yang dikirim kepada Trilogi, Sabtu 29 Januari 2022.
