TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Anggaran Jalan Hilang Masalah Terbilang !

Sebelumnya Kepala BPJN Sulawesi Tengah, Dadi Muradi, menegaskan bahwa proyek jalan nasional Molosipat-Lambunu-Mepanga-Tinombo yang dikerjakan oleh PT Bagaskara Pratala Manunggal, saat ini tengah menghadapi evaluasi ketat pada tahap SCM ketiga.

Dalam keterangan tertulis yang diterima oleh Trilogi pada Senin, 5 Agustus 2024, Dadi menjelaskan bahwa proyek ini berada di bawah pengawasan yang intensif, dan jika tidak ada kemajuan signifikan, kontrak dengan penyedia jasa berpotensi diputus.

“Paket ini sudah masuk SCM ketiga dan apabila tidak memenuhi target SCM akan dikenakan sanksi pemutusan kontrak. Perlu diluruskan, paket ini melalui tender di BP2JK, bukan melalui mekanisme pengadaan dengan E-Katalog,” jelas Dadi, mempertegas proses pengadaan yang dilakukan secara konvensional melalui tender, bukan E-Katalog.

Baca Juga : Main Sulap Dokumen Tender 184 Miliar

Lebih lanjut, Dadi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BPJN Babel, mengungkapkan bahwa proyek yang berada di ruas jalan nasional membentang sejauh 144,60 km tersebut, tidak hanya mengalami masalah dalam pelaksanaan teknis, tetapi juga dalam aspek manajemen proyek.

Banyaknya titik kerusakan jalan yang belum tertangani menjadi perhatian khusus. Meski menghadapi berbagai tantangan, BPJN Sulawesi Tengah tetap berkomitmen untuk melakukan pengawasan ketat sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

“Paket sudah kami monitor terus dan kita terapkan SOP kontrak,” tambah Dadi, menunjukkan bahwa pihaknya berusaha memastikan proyek berjalan sesuai dengan ketentuan dan standar yang telah ditetapkan.

Kurangnya kordinasi dan banyak bolong disana-sini, mempertegas proyek preservasi jalan Molosipat-Lambunu-Mepanga-Tinombo yang menjadi tanggung jawab PPK 2.1 Satker PJN wilayah II itu diselimuti banyak kejanggalan dan kelemahan.

Sejak berkontrak enam bulan lalu, kondisi proyek dengan Nomor kontrak :HK 02.01/SP/PJ-MLMT/Bb 14.61/182 ini, belum separuhnya terbangun sehingga memberikan dampak gangguan pada jalur aktifitas masyarakat dan transportasi barang di wilayah itu.

Baca Juga : Main Serong di Gunung Potong

Proyek jalan Molosipat-Lambunu-Mepanga-Tinombo senilai Rp48,57 miliar mulai terendus masalah. Indikasi adanya ketidakberesan dalam pelaksanaan proyek tersebut telah mencuat.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Bagaskara Pratala Manunggal itu, kini berada di bawah sorotan tajam karena diduga menyimpan sejumlah permasalahan yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, diperlukan audit investigasi menyeluruh. Audit ini diharapkan mampu menilai bobot progress fisik serta keuangan proyek, guna mendeteksi potensi kebocoran anggaran yang dapat merugikan keuangan negara.

Halaman Selanjutnya :Hal ini perlu, untuk memastikan bahwa setiap dana yang dikeluarkan sebanding dengan...