Ujung hidupnya kemudian ia pilih dalam jalan sunyi, penuh sedekap dzikir mengingati Rabbi, di sebuah Yayasan/Kelompok Thareqat di bilangan Kembangan, Jakarta. Tahun 2010, ia pernah mengajak dan “membaiat” ku, di Kantor cabang nya, Jl. Munif Rahman, Silae, Palu.
Selamat jalan sahabatku…
Penuh cinta & do’a kami untuk mu…
Kami semua tentu sedih dan pasti kirim do’a terbaik buatmu….
Sahabat2mu, Rasyidi Bakry, Aya Sultan, Theo Masykur, Aris Tan, Malahayati Malahayati, Abdi, Anto Sangadji, Bahar, Hengky Idrus, Dedy, dkk.
