Dalam panasnya dinamika Kampus lawan Orde Baru, 1995-1996, Miswar adalah 1 tenaga inti di gerakan mahasiswa kala itu. Selain aktif di FKMP (Forum Komunikasi Mahasiswa Palu), Miswar adalah organizer di FISIP Untad & dinamisir berbagai diskusi dan media manual terbitan2 kampus.
Pasca 27 Juli 1996 (kerusuhan 27 Juli 1996 Jakarta), diprovokasi kawan Bahar B M, seiring redupnya SMID dan FKMP, kami kemudian bentuk FMIST Front Mahasiswa Indonesia Sulteng, dengan gelar Kongres-I di Sekretariat HMI MPO (rumah panggung Andi Ridwan Adam di bilangan INPRES Palu Barat), dengan hasil, saya, Miswar & Andi Ridwan sebagai Pendiri, dan Abdi Losulangi dimandat Ketua FMIST Pertama.
FMIST dikenal sebagai organ ekstra-kampus yg keras kawal isu “Lawan Orde Baru” hingga di akhir 1999. Setahun kemudian setelah berdiri, pasca Abdi, FMIST dipimpin Yusuf Lakaseng dkk. Bentuk komisariat seluruh Kampus, isi panggung mimbar bebas tiap saat, aksi graffiti, dan gencarkan aksi-aksi lawan Orba.
Di semua jejak perjuangan, selalu ada Miswar yg menyemangati. Ia bak lentera bagi kami di gelapnya jalanan kala itu.
Sampai diujung hidupnya pun, 29 tahun kemudian, Miswar adalah tempat curhat kawan2 lama, apalagi yg tak punya cukup uang, untuk sekedar dibuatkan design cantik-menarik lay-out Undangan Pesta jika ada anak-anak diantara kami yg dapat jodoh, Aqiqah anak atau cucu kawan2nya, Podo’a, bikin sticker ini-itu, logo, spanduk backdrop, dll. Andi Miswar adalah orang tepat untuk kami minta tolongi.
