Pabrik Baterai lithium yang resmi dibangun di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah disebut menyedot anggaran investasi sebesar US$4,3 miliar. Negara China disebut mendominasi untuk menggarap pabrik yang berbahan baku dari biji nikel tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan menyebutkan, total nilai investasi pembangunan baterai lithium di Morowali mencapai sekitar US$4,3 miliar, sementara investasi awal sebesar US$700 juta seperti dilansir dari Bisnis.com.
Baca Juga : Morowali Jadi Centarl Pabrik Lithium Battery Indonesia Terbesar
Menurut Luhut, akan bermacam-macam baterai yang akan diproduksi di wilayah tersebut diantaranya battery lithium 12v 100ah, lithium polymer battery 3.7 v 5000mah, cr2016, cr123a, cr2032 energizer, lion, cells 18650, lifepo4 8s, charge 18650.
“Lithium baterai total US$4,3 miliar. US$700 juta investasi awal, tapi mereka mau, karena macam-macam nanti baterainya,” kata Luhutnya.
