PETUNJUK AWAL MENUJU RASUAH
PROYEK Peningkatan jalan kantong produksi di Desa Lakea I, Kecamatan Lakea, Kabupaten Buol, tak hentinya jadi perhatian masyarakat setempat. Proyek yang diharapkan bermanfaat besar bagi masyarakat di Kecamatan penghasil beras itu, tiba-tiba menjadi salah satu proyek prioritas Pemerintah daerah Kabupaten Buol, setahun lalu.
Sejak awal sudah dipastikan Pemkab Buol menjamin proyek ini bermanfaat besar bagi warga Kecamatan Lakea. Lalu dipilihlah kontraktor lokal yang sesumbar menggunakan uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menggarap proyek ini.
Meski banyak menyerempet rambu, proyek yang dikerjakan oleh kontraktor dari PT. Bintang Perjala Membangun (PT BPM), ini digeber agar terus melaju. Belakangan, proyek yang menggerus uang daerah yang di bandrol sebesar Rp5.230.000.000, dengan nilai HPS Rp4.942.350.000, amblas akibat kualitas pekerjaan buruk. Sepanjang kurang lebih 100 meter penahan bahu jalan kantong produksi mengalami kerusakan cukup berat. Hal ini tentunya tidak sedikit masyarakat menuding jika kualiatas Proyek itu, dinilai telah menyalahi bestek.
Mencari jalan berlubang seharusnya bukan pekerjaan sulit. Tapi di desa Lakea I, Kecamatan Lakea, Kabupaten Buol justru begitulah adanya. Sejumlah masyarakat, warga desa Lakea I, membenarkan hal ini. Jalan kantong produksi yang belum genap setahun itu mengalami porak – poranda. Jelas sekali, ini mengindikasikan jika pada proses pelaksanaanya diduga kuat telah menyelahi prosedur dan gagal kontruksi.
“Masa belum cukup satu tahun hasilnya sudah seperti ini. Pekerjaan macam apa ini,” kesal sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, kepada Trilogi.co. sepekan yang lalu.
Sungguh ironis, Miliaran rupiah uang daerah untuk membiayai proyek peningkatan jalan kantong produksi TA 2017 yang dihelat Dinas Pekerjaan Umum & Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Buol, sudah mengalami kerusakan cukup berat. Kondisi penahan tebing jalan porak poranda. Sepanjang kurang lebih 100 meter bekas kerusakanya terlihat jelas, jika saat prosesnya dilakukan secara asal.
