Tolitoli – Kementerian Keuangan Republik Indonesia resmi merilis Anggaran Dana Desa 2026, dan hasilnya memicu keresahan di tingkat pemerintahan desa.
Alokasi dana yang selama ini menjadi tulang punggung pembangunan desa tercatat mengalami penurunan tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan informasi yang diterima, Dana Desa 2026 yang akan diterima setiap desa di Indonesia hanya tersisa sekitar sepertiga dari pagu anggaran tahun 2025.
Kondisi ini memperkuat kekhawatiran banyak pemerintah desa yang sejak awal menanti kepastian arah kebijakan fiskal pemerintah pusat.
Penurunan tersebut terjadi seiring kebijakan pemerintah yang mengalihkan sebagian besar anggaran ke program prioritas nasional, salah satunya Program Koperasi Merah Putih.
Akibatnya, Dana Desa Turun secara drastis dan berdampak langsung ke daerah, termasuk desa-desa di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.
Sejumlah kepala desa di wilayah tersebut mengaku terkejut dengan besaran anggaran yang ditetapkan.
Saat dihubungi, mereka menyampaikan bahwa pemotongan Dana Desa ini membuat ruang fiskal desa semakin terbatas, sementara kewajiban pelayanan publik tetap harus dijalankan.
“Kami harus tetap menjalankan roda pemerintahan, meskipun dana yang tersedia jauh lebih kecil,” ujar salah satu kepala desa di Tolitoli, Jumat (2/1/2026).
