Ketatnya persaingan didalam dunia bisnis nikel, membuat PT Vale Indonesia harus terus berinovasi agar tetap tumbuh melalui beberapa mitra perusahaan demi, peningkatan kualitas cadangan serta peningkatan nilai melalui pengembangan bisnis hilir.
Proyek strategis Vale Indonesia saat ini yang telah dirancang, salah satunya meliputi penambangan nikel dengan nilai investasi Rp28 Triliun, di blok 2 dan blok 3 desa Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Pengembangan pada pelaksanaan proyek yang telah dirancang itu akan meliputi atas dua bagian utama diantaranya tambang dan pabrik smelter.
Untuk kegiatan penambangan diatas lahan wilayah konsesi perseroan yang mencakup area kontrak karya seluas 22.699 hektare di desa Bahodopi, akan dioperasikan dengan nilai investasi pembukaan senilai US$140 juta.
Sementara untuk kegiatan pengolahan bijih nikel, Vale Indonesia bersama aliansi strategis telah mendirikan badan usaha baru yang akan membangun smelter dengan nilai investasi sebesar US$1,8 miliar, yaitu PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia yang saat ini telah mengantongi izin usaha industri.
Vale Indonesia Ciptakan Social Impact Melalui CSR
Vale Indonesia menyadari bahwa kegiatan operasi perusahaan, memiliki dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Pada operasional penambangan di seluruh unit milik Vale, telah dijalankan sesuai praktik penambangan yang baik serta sejalan dengan peraturan yang berlaku, baik itu sejak perencanaan maupun pasca kegiatan penambangan.
